Kemenhub: Pengoperasian Drone Logistik China HY100 Dilakukan Terbatas
Kemenhub mengizinkan pengoperasian terbatas drone logistik HY100 dari China, dengan sertifikasi pertama untuk drone kargo besar di Indonesia, guna mendukung distribusi logistik di wilayah terpencil.
(Bisnis.Com) 03/05/26 22:14 209740
Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka jalan bagi pengoperasian drone kargo berbadan besar HY100 asal China secara terbatas. Regulasi mengenai perangkat ini masih disiapkan.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan baru saja menyerahkan Sertifikat Tipe Validasi atau Validation Type Certificate (VTC) untuk drone kargo HY100 kepada manufaktur asal China, Ursa Aeronautical Technology Co. Ltd. Sertifikasi itu menjadi yang pertama untuk kategori large cargo drone di Indonesia.
Drone HY100 memiliki kapasitas angkut hingga 1,9 ton. Pemerintah menilai teknologi tersebut berpotensi mempercepat distribusi logistik, terutama untuk wilayah terpencil dan daerah dengan keterbatasan infrastruktur transportasi konvensional.
Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub Sokhib Al Rokhman mengatakan penerbitan sertifikat itu menjadi tonggak penting dalam pengembangan ekosistem penerbangan tanpa awak di Indonesia.
Kemenhub memastikan seluruh proses sertifikasi berjalan secara komprehensif, mulai dari evaluasi desain, uji sistem, hingga uji terbang, sehingga aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
“Kehadiran drone kargo skala besar ini membuka peluang baru dalam mendukung konektivitas dan distribusi logistik nasional,” kata Sokhib, Minggu (3/5/2026).
Meski demikian, pemerintah juga mengakui operasional drone logistik masih akan dibatasi pada tahap awal. Kemenhub menyebut pengoperasian HY100 akan difokuskan di ruang udara terpisah atau segregated airspace sebagai langkah mitigasi risiko keselamatan penerbangan.
Langkah hati-hati itu mencerminkan besarnya tantangan integrasi drone logistik ke dalam sistem transportasi nasional yang selama ini masih bertumpu pada moda darat, laut, dan kereta api.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan angkutan barang nasional masih sangat didominasi jalur laut. Volume angkutan laut domestik naik dari 302,57 juta ton pada 2020 menjadi 508,43 juta ton pada 2025. Pada periode yang sama, angkutan kereta meningkat dari 48,45 juta ton menjadi 74,12 juta ton.
Sementara itu, volume angkutan udara domestik relatif stagnan di level rendah. Pada 2025, volume angkutan udara domestik tercatat hanya 0,67 juta ton, nyaris tidak berubah dibandingkan dengan 2024.
Ketimpangan tersebut menunjukkan biaya dan efisiensi masih menjadi tantangan utama moda berbasis udara, termasuk drone logistik.
#drone-logistik #kemenhub-drone #drone-kargo-hy100 #drone-china #sertifikasi-drone-indonesia #distribusi-logistik-drone #drone-kargo-besar #teknologi-drone-logistik #konektivitas-logistik-drone #pengop