Peneliti UNJ Gandeng MGMP Seni Budaya Kota Depok dalam Pengembangan Gim Literasi Gerak
Peneliti UNJ Dinny Devi Triana mengandeng MGMP Seni Budaya Kota Depok dalam mengembangkan gim Literasi Gerak buatannya ke para guru SMP di Kota Depok, Jawa Barat,... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 25/04/26 18:30 202764
JAKARTA - Peneliti Universitas Negeri Jakarta (UNJ) , Dinny Devi Triana mengandeng Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya Kota Depok dalam mengembangkan gim Literasi Gerak buatannya ke para guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026).Berlangsung di SMPN 8 Depok, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari produk pengembangan penelitian dalam bentuk gim Literasi Gerak, sebuah platform yang mendukung kegiatan belajar mengajar mata pelajaran seni budaya, khususnya seni tari, melalui pengenalan notasi tari.
Sebelumnya, gim Literasi Gerak yang merupakan produk utama dari proyek penelitian mulai telah diuji coba kepada mahasiswa University Tekhnologi Mara Malaysia (UiTM) pada tahun 2025 silam. Kemudian gim tersebut diujicoba kepada siswa SMP di Jakarta dan Banten sepanjang paruh akhir 2025 silam.
Kini Dinny dan kolega mensosialisasikan gim tersebut kepada guru seni budaya Kota Depok untuk diajarkan kepada siswanya. Program pengembangan penelitian berbasis gim ini telah dilakukan sejak tahun 2019, berfokus pada pemberian notasi laban yang telah dimodifikasi agar dapat lebih mudah dipahami oleh siswa.
Notasi tersebut kemudian diadopsi dan dimodifikasi sedemikian rupa melalui warna, musik, dan simbol agar lebih ramah anak. Gim tersebut dibuat sedemikian rupa untuk menunjang aspek penilaian pada siswa melalui penskoran.
“Penelitian ini telah diujicoba beberapa kali, mulai dengan bantuan kinect, game yang tidak berskor, lalu diberi skor dari setiap hitungan gerak melalui scaning gerak dan penambahan musik ilustrasi yang memandu ritme gerak,” ujar Dinny, melalui siaran pers, Sabtu (25/4/2026).
Sekadar informasi, notasi laban merupakan sistem pencatatan gerak tarian menggunakan simbol yang terstandarisasi. Sebagaimana notasi balok pada musik, notasi yang namanya diambil dari sang penemu, Rudolf Von Laban ini mendeskripsikan, merekam dan menganalisa gerakan manusia secara sistematis.
Forum Group Discussion (FGD) penelitian yang digelar sejak pagi hingga siang ini pun mendapat sambutan antusias dari para guru. Guru-guru dipersilahkan untuk mencicipi langsung mekanik dari gim tersebut untuk diaplikasikan pada kegiatan belajar mengajar.
“Pengenalan gim yang berbasis notasi laban menjadi poin penting yang membuka wawasan para guru di Depok, khususnya dalam mengembangkan strategi pembelajaran tari yang lebih sistematis dan menarik bagi para siswa,” kata Pengawas Seni Budaya SMP Kota Depok, Endang Susilowati.
“Kegiatan ini tidak hanya informatif, tetapi juga inspiratif, karena menghadirkan materi yang aktual, relevan dengan perkembangan zaman, serta terintegrasi dengan pemanfaatan aplikasi digital dalam pembelajaran,” lanjut wanita yang disapa Ensu ini.
Kegiatan ini diharapkan dapat membuat para guru seni budaya di Kota Depok semakin termotivasi untuk terus berinovasi, mengeksplorasi ide baru serta mengembangkan praktik pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan peserta didik.
Kepala MGMP Seni Budaya Kota Depok, Salehudin turut menyambut positif kegiatan Focus Group Discussion (FGD) ini. Menurutnya, proyek tersebut memberikan wawasan baru, inspirasi segar, dan penguatan kapasitas bagi para guru dalam memahami dan mengembangkan pembelajaran seni budaya yang lebih inovatif.
“Saya sangat berharap kolaborasi yang luar biasa ini dapat terus terjalin dan semakin diperkuat ke depannya. Dengan bergandengan tangan, kita dapat bersama-sama mengembangkan model dan metode pembelajaran yang mendalam, menyenangkan, dan bermakna bagi siswa,” jelas Salehudin.
Salehudin optimistis bahwa sinergi dengan perguruan tinggi, khususnya bidang pendidikan dengan para praktisi di lapangan seperti guru, menjadi kunci penting dalam menjawab berbagai tantangan pembelajaran.
Dia berharap hasil-hasil penelitian para akademisi tidak berhenti pada ranah teoritis semata, tetapi benar-benar dapat diimplementasikan di lapangan sehingga memberikan dampak nyata bagi proses pembelajaran yang dilakukan guru sehari-hari.
“Saya sangat berharap Pascasarjana UNJ dapat terus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, tidak hanya dengan bidang seni tari, tetapi juga merambah ke seni musik, seni rupa, dan teater, sehingga pengembangan kompetensi guru seni budaya dapat dilakukan secara lebih komprehensif,” lanjut Salehudin.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Prof. Dinny atas ilmu, pengalaman, dan inspirasi yang telah dibagikan kepada MGMP Seni Budaya Kota Depok. Semoga kolaborasi ini menjadi langkah awal dari kerja sama yang berkelanjutan dan semakin berdampak luas,” pungkasnya.
(nnz)
#peneliti #pengabdian-masyarakat #unj #universitas-negeri-jakarta-unj