Harga Plastik Meroket, Indonesia dapat Titik Terang dari Negeri Jiran

Harga Plastik Meroket, Indonesia dapat Titik Terang dari Negeri Jiran

Indonesia menemukan solusi pasokan bahan baku plastik alternatif dari Malaysia, India, Afrika, dan Amerika.

(Bisnis.Com) 20/04/26 20:02 197110

Bisnis.com, JAKARTA — Lonjakan harga plastik akibat terganggunya pasokan nafta dari Timur Tengah mulai menemukan titik terang setelah Indonesia membuka peluang pasokan alternatif dari Malaysia.

Kenaikan harga ini sebelumnya menekan industri pangan, terutama pada kemasan beras dan gula, di tengah ketergantungan bahan baku plastik pada impor berbasis minyak bumi.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan lonjakan harga plastik dipicu oleh konflik di Timur Tengah yang mengganggu pasokan nafta sebagai bahan baku utama industri petrokimia.

“Harga plastik mahal itu karena imbas perang di Timur Tengah. Kita impor nafta dari sana, tetapi kita sudah dapat alternatif dari India, Afrika, dan Amerika,” ujarnya.

Upaya diversifikasi pasokan tersebut diharapkan dapat menjaga keberlangsungan industri dalam negeri di tengah tekanan global.

Di sisi lain, pemerintah juga mulai menjajaki penggunaan LPG sebagai bahan baku alternatif pengganti nafta dengan mencari sumber dari kawasan Eurasia.

Namun, gangguan pasokan plastik telah berdampak langsung ke sektor pangan. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional I Gusti Ketut Astawa mengatakan pelaku usaha mulai merasakan tekanan, khususnya pada kemasan berbasis karung untuk komoditas pokok.

“Gangguan rantai pasok global membuat pasokan plastik ikut terganggu,” ujarnya.

Di sisi lain, titik terang dan peluang baru datang dari Malaysia yang menawarkan produk plastik dengan harga lebih kompetitif.

Staf Khusus Menteri Pertanian bidang Kebijakan Sam Herodian mengatakan pihaknya telah mendapatkan respons dari produsen di Sarawak untuk memasok plastik kemasan.

“Mereka langsung respons dan ingin kirim sampel. Kita tinggal menunggu penawaran,” katanya, Senin (20/4/2026).

Produk yang ditawarkan antara lain kemasan jenis dalamatic bag yang mampu menyimpan beras hingga dua sampai tiga tahun tanpa perlakuan khusus.

Selain itu, kemasan tersebut dapat digunakan berulang kali sehingga dinilai lebih efisien.

Meski demikian, kerja sama ini masih dalam tahap penjajakan dan belum mencapai kesepakatan final.

Pemerintah menilai keberadaan sumber alternatif ini menjadi penting untuk meredam tekanan harga sekaligus menjaga stabilitas pasokan kemasan pangan di dalam negeri.

#harga-plastik #harga-plastik-meroket #pasokan-nafta #industri-pangan #kemasan-beras #kemasan-gula #impor-minyak-bumi #konflik-timur-tengah #industri-petrokimia #diversifikasi-pasokan #bahan-baku-alter

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260420/12/1968010/harga-plastik-meroket-indonesia-dapat-titik-terang-dari-negeri-jiran