AS Tunda Serangan ke Iran 10 Hari, Trump Klaim Ada Progres Negosiasi Positif

AS Tunda Serangan ke Iran 10 Hari, Trump Klaim Ada Progres Negosiasi Positif

Donald Trump klaim negosiasi dengan Iran berjalan baik, meskipun tidak jelas dengan siapa Trump berunding. AS menunda serangan ke fasilitas energi Iran 10 hari.

(Bisnis.Com) 27/03/26 10:39 174203

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menunda tenggat serangan terhadap fasilitas energi Iran selama 10 hari, dengan alasan negosiasi dengan Teheran masih terus berlangsung dan berjalan sangat baik.

Melansir Bloomberg pada Jumat (27/3/2026) Trump menyatakan akan memperpanjang selama 10 hari komitmennya untuk menahan diri dari serangan terhadap fasilitas energi Iran. Ini menjadi perpanjangan kedua sejak ancaman pada Sabtu lalu untuk menghancurkan pembangkit listrik Iran apabila tidak tercapai kesepakatan.

Sebelumnya pada Kamis (26/3/2026), Trump kembali menyebut operasi militer dapat berlangsung selama empat hingga enam pekan dan menyatakan upaya perang AS berjalan lebih cepat dari jadwal.

Namun demikian, perpanjangan tenggat tersebut juga memberi waktu tambahan bagi AS untuk memperkuat pengerahan pasukan. Laporan The Wall Street Journal yang mengutip pejabat anonim di Pentagon menyebut Departemen Pertahanan mempertimbangkan pengiriman hingga 10.000 tambahan pasukan ke Timur Tengah, sehingga memberi lebih banyak opsi bagi Trump.

“Menanggapi permintaan pemerintah Iran, pernyataan ini menegaskan bahwa saya menunda periode penghancuran pembangkit energi selama 10 hari hingga Senin, 6 April 2026 pukul 20.00 waktu Timur. Pembicaraan masih berlangsung dan, meskipun ada pernyataan keliru dari media berita palsu dan pihak lain, negosiasi berjalan sangat baik," tulis Trump dalam unggahan media sosial.

Adapun, di pasar keuangan, saham-saham Asia melemah pada Jumat setelah penurunan di Wall Street. Sementara itu, harga minyak mentah Brent terkoreksi setelah sebelumnya melonjak pada perdagangan Kamis.

Belum jelas dengan siapa AS melakukan negosiasi mengingat sejumlah pejabat tinggi Iran telah tewas. Trump mengatakan kepada Fox News bahwa Iran awalnya meminta penundaan tujuh hari, tetapi dia memberikan waktu 10 hari.

Laporan Wall Street Journal kemudian menyebut para mediator mengatakan Teheran sebenarnya tidak meminta penundaan 10 hari tersebut.

Melalui kantor berita Tasnim News Agency, pemerintah Iran menyatakan masih menunggu respons setelah menolak rencana perdamaian 15 poin yang diajukan AS dan menawarkan syaratnya sendiri. Syarat tersebut mencakup jaminan bahwa AS dan Israel tidak akan melanjutkan serangan, pembayaran reparasi perang, serta pengakuan atas otoritas Iran di Selat Hormuz.

Iran juga menuntut penghentian perang di seluruh front konflik yang kemungkinan merujuk pada perang paralel Israel melawan kelompok militan Hezbollah yang didukung Teheran di Lebanon.

Dalam rapat kabinet, Trump mengatakan Iran telah mengizinkan 10 kapal pengangkut minyak melintasi selat tersebut sebagai isyarat itikad baik. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menambahkan program asuransi AS untuk mendorong pelayaran akan segera diluncurkan.

Sementara itu, pejabat militer Prancis menyatakan mereka bersama mitra internasional tengah menyiapkan inisiatif untuk memulihkan kebebasan navigasi setelah konflik mereda.

Di sisi lain, parlemen Iran sedang menyusun rancangan undang-undang untuk mengenakan biaya transit kapal yang melintasi selat tersebut, menurut kantor berita Fars News Agency.

Kenaikan harga energi juga mendorong Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menaikkan proyeksi inflasi negara-negara G20 tahun ini menjadi 4%, dengan tingkat yang bahkan lebih tinggi di AS.

Meski pembicaraan berlangsung, pertempuran masih berlanjut. Israel Defense Forces melaporkan serangan udara ke Teheran dan Isfahan, sementara televisi pemerintah Iran mengumumkan gelombang serangan rudal ke Israel. Dua orang dilaporkan tewas setelah puing rudal yang berhasil dicegat jatuh di Abu Dhabi.

Secara keseluruhan, lebih dari 4.500 orang telah tewas dalam konflik tersebut, menurut pemerintah dan lembaga nonpemerintah. Sekitar tiga perempat korban jiwa terjadi di Iran. Hampir 1.100 orang tewas di Lebanon, sementara lebih dari satu juta orang mengungsi. Puluhan korban juga dilaporkan di Israel serta negara-negara Teluk Arab.

Beberapa negara Teluk seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dilaporkan tengah mempertimbangkan kemungkinan bergabung dalam perang, menurut sejumlah sumber yang mengetahui situasi tersebut.

Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk AS Yousef Al Otaiba dalam opini di Wall Street Journal menulis bahwa Iran tidak boleh dibiarkan menyandera AS, UEA, dan perekonomian global.

“Gencatan senjata sederhana tidaklah cukup,” tulisnya.

Trump sebelumnya juga menegaskan bahwa setiap perjanjian damai harus melarang Iran memperoleh senjata nuklir atau memperkaya material radioaktif bahkan untuk tujuan sipil.

Rencana AS juga mengharuskan Iran membatasi persenjataan rudalnya hanya untuk pertahanan diri. Sebagai imbalannya, Iran berpotensi memperoleh pelonggaran sanksi ekonomi.

#as-iran #trump-negosiasi #serangan-iran #fasilitas-energi-iran #trump-perpanjangan #pengerahan-pasukan-as #negosiasi-teheran #harga-minyak-brent #konflik-iran #selat-hormuz #kapal-pengangkut-minyak #o

https://kabar24.bisnis.com/read/20260327/19/1962538/as-tunda-serangan-ke-iran-10-hari-trump-klaim-ada-progres-negosiasi-positif