DBS Indonesia Kucurkan Hibah Rp 11,2 Miliar untuk 5 Social Enterprise
DBS Foundation menyalurkan Rp 65 miliar hibah ke 22 social enterprise di Asia, termasuk 5 di Indonesia dengan Rp 11,2 miliar, mendukung dampak sosial inklusif.
(Kompas.com) 11/03/26 05:40 161160
JAKARTA, KOMPAS.com - DBS Foundation menyalurkan dukungan hibah sebesar SGD 4,9 juta atau sekitar Rp 65 miliar kepada 22 social enterprise dan businesses for impact (BFI) di Asia melalui DBS Foundation Grant Program 2025.
Di Indonesia, hibah senilai SGD 850.000 atau sekitar Rp 11,2 miliar diberikan kepada lima social enterprise dan BFI, yakni Parongpong RAW Lab, KONEKIN, Nazava Water Filters, DoctorTool, dan Sosial Business Indonesia (SOBI). Dukungan tersebut diproyeksikan dapat menjangkau lebih dari 1,9 juta penerima manfaat.
Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika, mengatakan pihaknya percaya bahwa bisnis dapat menjadi kekuatan untuk menciptakan perubahan positif.
“Di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang semakin kompleks, dibutuhkan model bisnis yang tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga menciptakan dampak sosial yang terukur dan berkelanjutan,” ujar Mona dalam media briefing, Selasa (10/3/2026).
Sebagai purpose-driven bank, Bank DBS Indonesia memastikan untuk bertumbuh bersama komunitas dan membangun ekosistem yang lebih inklusif.
Pihaknya berharap para penerima hibah dapat menghadirkan perubahan dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Melalui DBS Foundation Grant Program, kami tidak hanya menyediakan pendanaan, tetapi juga memperkuat fondasi para social enterprise dan BFI melalui pendampingan serta akses jejaring agar mereka dapat tumbuh secara sehat sekaligus memperluas jangkauan dampaknya,” paparnya.
Penyaluran hibah tersebut tidak hanya menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan DBS Foundation, tetapi juga mencerminkan semakin matangnya ekosistem kewirausahaan sosial di Indonesia.
Data dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menunjukkan pada 2023 terdapat sekitar 20.000 wirausaha sosial di Indonesia, meningkat dari sekitar 15.000 pada tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini menggambarkan kuatnya komitmen pelaku usaha untuk menjadikan dampak sosial sebagai bagian integral dari model bisnis mereka.
DBS Foundation Grant Program sendiri telah berjalan sejak 2014 untuk mendukung ratusan social enterprise dan BFI di Asia yang menghadirkan solusi bagi tantangan sosial, mulai dari akses air bersih, ketahanan pangan, inklusi keuangan, hingga penciptaan lapangan kerja inklusif.
Pada 2025, lima penerima hibah di Indonesia dipilih karena menghadirkan solusi inovatif yang dapat memperluas dampak sosial di berbagai wilayah, mulai dari Sumatera, Jawa, hingga Indonesia Timur.
Selain itu, DBS Foundation juga memperluas dukungannya ke sektor kesehatan melalui kehadiran DoctorTool, startup di bidang healthtech yang berfokus pada peningkatan kualitas layanan kesehatan primer serta memperluas akses layanan bagi masyarakat yang masih kurang terlayani.
Berikut daftar social enterprise dan BFI penerima DBS Foundation Grant Program 2025
- Parongpong RAW Lab, meningkatkan pendapatan nelayan dengan mengolah limbah jaring ikan (ghost net) menjadi bahan bangunan bernilai tinggi dan ramah lingkungan (Prototile).
- Koneksi Indonesia Inklusif (KONEKIN), adalah impact platform yang berfokus pada penciptaan lingkungan kerja yang lebih inklusif bagi 17 juta penyandang disabilitas usia produktif di Indonesia melalui pelatihan, asesmen, serta pendampingan praktik rekrutmen yang setara dan berkeadilan.
- Nazava Water Filters, menyediakan akses air bersih yang terjangkau melalui teknologi penyaring air yang memurnikan air sumur, air keran, air sungai, atau air hujan tanpa perlu merebus atau membeli botol air plastik. Filter Nazava adalah satu-satunya filter air minum buatan Indonesia yang disertifikasi oleh WHO. Nazava secara khusus berfokus pada memastikan keluarga berpenghasilan rendah memiliki akses ke air minum yang lebih aman dan terjangkau.
- DoctorTool, startup healthtech yang berfokus pada transformasi layanan kesehatan primer melalui pemanfaatan teknologi guna meningkatkan kualitas dan akses layanan, khususnya bagi masyarakat underserved dan peserta JKN.
- Sosial Business Indonesia (SOBI), berfokus dalam mengembangkan rantai pasok inklusif dan pertanian berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan, ketahanan, dan keamanan pangan para petani kecil.
“Lebih dari sekadar mitra finansial, Bank DBS Indonesia berkomitmen untuk membina inklusivitas yang lebih luas. Pilar keberlanjutan \'impact beyond banking\' kami adalah tentang memberdayakan bisnis berdampak untuk memperluas dan memperkuat jangkauan positif mereka,” beber Mona.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#kewirausahaan-sosial #dampak-sosial #dbs-foundation-grant #social-enterprise-indonesia