Kinerja Multifinance Bisa Terdongkrak dengan Pembiayaan Syariah, Ini Strateginya

Kinerja Multifinance Bisa Terdongkrak dengan Pembiayaan Syariah, Ini Strateginya

Pembiayaan syariah multifinance berpotensi tumbuh di sektor produktif dan esensial. Strategi: sesuaikan tenor, skema, dan tingkatkan asesmen risiko.

(Bisnis.Com) 02/03/26 13:39 151913

Bisnis.com, JAKARTA — Pembiayaan syariah oleh industri multifinance dinilai masih memiliki peluang tumbuh di sektor produktif dan kebutuhan pokok atau esensial.

Direktur Riset Core Indonesia Etika Karyani Suwondo berpandangan pertumbuhan itu akan lebih selektif. Hal ini mengingat masih adanya penurunan daya beli dan tergerusnya kelas menengah di Indonesia.

“Saat daya beli melemah, masyarakat cenderung memilih pembiayaan yang benar-benar prioritas. Seperti kendaraan untuk bekerja atau modal usaha. Pembiayaan haji dan umrah tetap ada, tetapi pertumbuhannya lebih tertahan karena masyarakat mendahulukan kebutuhan pokok,” katanya kepada Bisnis, Senin (2/3/3036).

Oleh karena itu, untuk memanfaatkan peluang tersebut Etika menyarankan agar perusahaan pembiayaan dapat menyesuaikan tenor dan skema pembiayaan syariah agar lebih produktif.

“Kemudian juga meningkatkan asesmen risiko. Edukasi juga penting agar masyarakat tidak over-leverage dan tetap bijak berutang,” tuturnya.

Untuk 2026, Etika memproyeksikan jika tekanan ekonomi berlanjut, pertumbuhan industri pembiayaan kemungkinan moderat. Namun, dalam jangka menengah, pembiayaan syariah berpotensi pulih lebih cepat.

“Ini karena modelnya berbasis aset riil dan berbagi risiko, sehingga relatif lebih adaptif dalam situasi ekonomi sulit,” jelasnya.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat piutang pembiayaan syariah hingga akhir 2025 mencapai Rp30,84 triliun, tumbuh 12,43% (year on year/YoY).

Sementara itu, aset perusahaan pembiayaan syariah pada Desember 2025 sebesar Rp36,55 triliun. Angka ini terkontraksi tipis 0,89% YoY dari Rp36,88 triliun.

Di lain sisi, OJK akan menyusun peta jalan (roadmap) Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM dan LJK Lainnya alias PVML Syariah pada 2026. Kepala Pengawas Lembaga PVML OJK Agusman menyebut aset PVML syariah tumbuh 9,75% YoY menjadi sebesar Rp119,35 triliun.

“Atau sebesar 11,32% dari aset PVML keseluruhan, menunjukkan adanya potensi untuk terus tumbuh,” ucapnya dalam lembar jawaban RDK Oktober 2025, dikutip Selasa (18/11/2025).

Agusman meneruskan, untuk tahun depan OJK akan menyusun roadmap PVML Syariah guna mendorong pengembangan dan penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan inovasi produk.

#pembiayaan-syariah #multifinance-syariah #pembiayaan-produktif #kebutuhan-pokok #daya-beli #modal-usaha #pembiayaan-haji #pembiayaan-umrah #skema-pembiayaan #asesmen-risiko #edukasi-keuangan #piutang

https://finansial.bisnis.com/read/20260302/89/1956925/kinerja-multifinance-bisa-terdongkrak-dengan-pembiayaan-syariah-ini-strateginya