Kredit Melejit 19,62% di Kota Sekitar IKN Nusantara pada 2025
Kredit di Balikpapan tumbuh 19,62% pada 2025, didorong proyek hilirisasi dan investasi. Kredit konsumsi naik 7,33%, sementara NPL tetap aman di 2,25%.
(Bisnis.Com) 18/02/26 14:46 139627
Bisnis.com, SAMARINDA — Setelah terpuruk dengan kontraksi 7,05% pada tahun sebelumnya, kinerja intermediasi perbankan di Wilayah Kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan mencatatkan pemulihan signifikan dengan pertumbuhan kredit mencapai 19,62% secara tahunan (year on year/yoy) pada 2025.
Wilayah di sekitar Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang mencakup Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Paser itu membukukan realisasi penyaluran kredit gabungan sebesar Rp41,68 triliun. Capaian tersebut melonjak dibandingkan posisi 2024 yang tercatat Rp34,84 triliun.
“Kuatnya pertumbuhan kredit tersebut menunjukkan fungsi intermediasi perbankan yang terus berjalan secara optimal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi dalam keterangan tertulis, Rabu (18/2/2026).
Robi menjelaskan, akselerasi kredit tidak terlepas dari bergulirnya proyek-proyek industri hilirisasi di kawasan tersebut yang membuka ruang ekspansi bagi pelaku usaha. Dari sisi penggunaan, ekspansi kredit didominasi segmen investasi yang melesat 72,21% (yoy) dengan nilai Rp16,78 triliun. Peningkatan ini sejalan dengan percepatan proyek infrastruktur dan industri hilirisasi sebagai penopang transformasi ekonomi regional.
Sementara itu, kredit konsumsi tetap tumbuh positif 7,33% (yoy) menjadi Rp14,47 triliun, meskipun melambat dibandingkan 2024 yang tumbuh 13,85% (yoy) dengan nominal Rp13,48 triliun.
Secara komposisi, pembiayaan perbankan masih terkonsentrasi pada aktivitas produktif yakni investasi dan modal kerja dengan pangsa 65,29%, naik dari 61,31% pada periode sebelumnya. Adapun porsi kredit konsumsi mencapai 34,71%, mencakup Kredit Pemilikan Rumah (KPR), kendaraan bermotor, dan kredit multiguna.
Berdasarkan lapangan usaha, Bank Indonesia mencatat penyaluran kredit terkonsentrasi pada tiga sektor utama, yakni konstruksi (18,97%), perdagangan (13,41%), dan pertanian (12,75%). Pola ini mencerminkan karakteristik ekonomi wilayah, dengan Balikpapan sebagai pusat perdagangan serta Penajam Paser Utara dan Paser sebagai basis pertanian. Kualitas kredit pada sektor-sektor dominan tersebut tetap terjaga, tercermin dari rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) yang berada di bawah ambang batas 5%.
Secara keseluruhan, NPL perbankan di wilayah kerja KPwBI Balikpapan tercatat 2,25% pada 2025, sedikit meningkat dari 2,10% pada 2024 dan masih dalam koridor aman.
Pada segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), penyaluran kredit relatif stabil di Rp12,85 triliun, nyaris tidak berubah dari Rp12,95 triliun pada 2024. Modal kerja tetap mendominasi dengan pangsa 53,7%, sementara investasi mencapai 46,3%. Struktur pembiayaan UMKM masih didominasi kategori kecil (38,71%) dan mikro (37,59%), dengan porsi menengah 23,70%. NPL kredit UMKM tercatat 3,8%, naik dari 2,8% pada tahun sebelumnya, namun tetap di bawah batas toleransi. “Struktur kredit UMKM tersebut relatif masih sama dengan tahun sebelumnya,” kata Robi.
Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tumbuh moderat 1,85% (yoy) menjadi Rp52,88 triliun, melambat dibandingkan pertumbuhan 6,02% (yoy) atau Rp51,92 triliun pada 2024. DPK masih didominasi tabungan (49,12%), diikuti giro (34,86%), dan deposito (16,02%). Struktur ini relatif tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya.
#kredit-balikpapan #pertumbuhan-kredit #kredit-investasi #kredit-konsumsi #kredit-umkm #kredit-perbankan #kredit-konstruksi #kredit-perdagangan #kredit-pertanian #kredit-modal-kerja #kredit-multiguna #n-a