Gambar AI Makin Realistis, Ini Cara Mengetahui Foto dan Video Buatan Gemini Cs

Gambar AI Makin Realistis, Ini Cara Mengetahui Foto dan Video Buatan Gemini Cs

AI kini dapat membuat gambar realistis, sulit dibedakan dari foto asli. Gunakan alat pendeteksi AI seperti SynthID dan periksa konteks untuk mengidentifikasi gambar buatan AI.

(Bisnis.Com) 16/02/26 10:35 137871

Bisnis.com, JAKARTA — Kecerdasan buatan (AI) kini dapat menghasilkan gambar yang tampak seperti foto atau ilustrasi yang dibuat oleh manusia, hasilnya sangat realistis dan sulit untuk dibedakan.

Kondisi ini menyebabkan banyaknya kasus pemalsuan dan penipuan yang dihasilkan oleh model AI. Namun, bukan berarti gambar buatan AI tidak bisa dikenali. Ada sejumlah tanda yang perlu diperhatikan. Selain itu, kamu bisa memanfaatkan alat pendeteksi AI untuk membedakan gambar yang asli atau hasil rekayasa.

Di tengah maraknya disinformasi dan penyalahgunaan fungsi AI, kemampuan kita untuk membedakan hal-hal tersebut adalah keterampilan yang patut untuk diasah. Berikut sejumlah cara dan alat yang dapat digunakan untuk mendeteksi gambar buatan AI.

Alat Pendeteksi AI

Saat ini, beberapa platform AI menyisipkan watermark tersembunyi pada gambar yang mereka buat. Watermark ini berfungsi sebagai penanda gambar tersebut adalah dibuat oleh AI. Meski tanda bisa hilang dengan tangkapan layar, tetapi metode ini bisa menjadi langkah pertama yang cukup membantu untuk memastikan keaslian sebuah gambar.

Salah satunya adalah Google Gemini, setiap gambar yang dihasilkan Gemini dibekali dengan watermark khusus yang bernama SynthID. Jika kamu ragu terhadap sebuah gambar, cukup unggah ke Gemini versi web dan tanyakan apakah gambar ini dibuat oleh AI. Sistemnya dapat mendeteksi tanda SynthID apabila memang ada.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari Popular Science Senin (16/2/2026), terdapat standar pelabelan lain yang dikembangkan oleh Coalition for Content Provenance and Authenticity (C2PA). Standar ini didukung oleh sejumlah perusahaan teknologi besar seperti OpenAI, Adobe, dan Google. Melalui situs pemeriksa seperti Content Credentials, pengguna dapat mengunggah gambar untuk dianalisis dan melihat apakah terdapat jejak pembuatan oleh AI.

Namun, perlu diingat jika suatu gambar lolos dari hasil pemeriksaan tersebut, bukan berarti hasil karya tersebut asli. Setidaknya proses ini bisa membantu mengidentifikasi sebagian konten rekayasa AI. Dalam beberapa kasus cara ini telah mengungkap model AI yang digunakan.

Jika masih ragu, langkah berikutnya adalah menelusuri konteks di balik gambar tersebut.

Periksa konteks di sekitar gambar

Setiap gambar memiliki asal-usul dan pihak yang membagikannya. Media terpercaya biasanya memberi keterangan jelas jika gambar dibuat oleh AI serta mencantumkan atribusi untuk karya asli. Transparansi seperti ini membantu pembaca memahami apa yang sedang mereka lihat.

Sebaliknya, di media sosial seperti Facebook dan X, konten kerap beredar tanpa sumber yang jelas. Risiko gambar palsu pun lebih tinggi, terutama jika konten tersebut dirancang untuk memancing emosi, kontroversi, atau menarik perhatian.

Untuk gambar terkait peristiwa berita, carilah foto pembanding dari sudut berbeda dan periksa apakah detailnya konsisten. Pada ilustrasi atau desain grafis, pastikan ada kredit kreator beserta tautan ke portofolio mereka.

Kamu juga bisa menggunakan pencarian gambar terbalik melalui layanan seperti TinEye guna melacak asal gambar. Jika tidak ditemukan jejak lain terutama ketika gambar muncul tiba-tiba tanpa konteks dan dibagikan akun yang mencoba menjual sesuatu, hal itu patut dicurigai sebagai hasil AI.

Kenali pola dan tanda-tandanya

AI tidak benar-benar memotret atau menggambar. AI akan membuat gambar berdasarkan pola dari jutaan contoh yang dipelajari. Karena itu, hasilnya sering terlihat umum atau seperti gabungan dari banyak referensi.

Contoh karakter anime biasanya tampak seperti versi generik, pemandangan kota terlihat standar, dan detailnya terasa familiar tetapi kurang spesifik. Bahkan, teks yang dibuat tanpa arahan gaya tertentu termasuk dari ChatGPT sering memiliki tampilan huruf yang khas dan mudah dikenali.

Meski semakin canggih, AI masih kerap keliru dalam logika visual. Misalnya, tangga yang tidak jelas menuju ke mana, pintu lift tanpa ruang lift, atau struktur bangunan yang tidak masuk akal. Ini terjadi karena AI tidak benar-benar memahami ruang, hanya meniru pola visual yang terlihat meyakinkan.

Kesalahan seperti jari berlebih memang semakin jarang, tetapi detail kecil tetap bisa jadi petunjuk seperti wajah tampak kaku, anggota tubuh tidak alami, atau tekstur terlihat buram. Dengan sedikit latihan, kamu akan lebih mudah mengenali ciri-ciri gambar buatan AI. (Nur Amalina)

#gambar-ai #foto-ai #video-ai #deteksi-ai #alat-pendeteksi-ai #watermark-ai #google-gemini #synthid #c2pa #content-credentials #gambar-palsu #disinformasi-ai #konteks-gambar #pencarian-gambar-terbalik #n-a

https://teknologi.bisnis.com/read/20260216/84/1953182/gambar-ai-makin-realistis-ini-cara-mengetahui-foto-dan-video-buatan-gemini-cs