The Trans Luxury Hotel Hadirkan The Grand Iftar & The Royal Iftar 2026, Pengalaman Berbuka Puasa di The Restaurant dan The 18th Restaurant & Lounge. [465] url asal
Bulan suci Ramadan selalu menjadi momentum istimewa untuk mempererat kebersamaan dan menghadirkan momen refleksi bersama keluarga maupun orang-orang terdekat.
Menyambut Ramadan 2026, The Trans Luxury Hotel kembali menghadirkan pengalaman berbuka puasa melalui dua konsep unggulan, yakni The Grand Iftar Buffet dan The Royal Iftar di The 18th Restaurant and Lounge.
Menghadirkan konsep iftar buffet yang berkelas namun tetap hangat, The Grand Iftar dirancang sebagai waktu untuk menikmati kebersamaan dalam suasana yang nyaman.
Beragam hidangan disiapkan dengan cermat menggunakan bahan berkualitas, memadukan cita rasa tradisional yang menghangatkan dengan kreasi signature yang menggugah selera, menjadikan setiap momen berbuka puasa terasa lebih berkesan.
Para tamu dapat menikmati pilihan menu highlights yang variatif, mulai dari Assorted Takjil sebagai pembuka, Sop Buntut atau Sop Iga, hingga sajian utama seperti Kambing Guling, Chicken Shawarma, dan Braised Beef Brisket with BBQ Sauce.
Tidak hanya itu, pilihan internasional turut melengkapi pengalaman bersantap, termasuk Pizza Pepperoni & Pizza Margherita, Pasta Selection, serta aneka hidangan panggang seperti Chicken Shish Taouk, Beef Kofta, Lamb Chopped, dan Grilled Snapper.
The Grand Iftar 2026 ditawarkan dengan harga Rp568.000net/orang untuk dewasa dan Rp299.000net/orang untuk anak-anak. Berbagai penawaran menarik juga tersedia, termasuk LIMITED OFFER Buy 2 Get 3 atau hingga 25% discount, dengan syarat dan ketentuan berlaku.
Adapun The 18th Restaurant and Lounge yang kembali menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang istimewa melalui The Royal Iftar, sebuah sajian iftar buffet berkelas yang hadir setiap hari selama Bulan Suci Ramadan, bertempat di lantai 18 dengan panorama cahaya Kota Bandung yang memukau.
Mengusung konsep iftar eksklusif dalam suasana elegan, The Royal Iftar mengajak para tamu menikmati momen berbuka puasa dengan sajian premium yang dikurasi secara khusus, berpadu dengan ambience eksklusif khas The 18th Restaurant and Lounge.
Berlokasi di ketinggian, pengalaman berbuka ini menghadirkan nuansa yang tenang, hangat, dan sempurna untuk dinikmati bersama keluarga, sahabat, maupun rekan terdekat.
Beragam menu highlights disajikan untuk melengkapi momen berbuka, mulai dari Assorted Takjil, Arabic Mezze, dan Salad Bar, hingga sajian utama seperti Lamb Mandi, Charcoal Grilled Tomahawk, Picanha Churrasco, Filleto di Manzo, serta Wagyu Teppanyaki Fried Rice.
Pilihan lainnya mencakup Italian Pasta, Asian Delight Soup, Oishi Sushi, Oriental Steamed & Fried Dimsum, hingga The Royal Hot Pot. Sebagai pelengkap manis, para tamu juga dapat menikmati Live Churros yang disajikan dengan Baskin Robbins.
The Royal Iftar ditawarkan dengan harga Rp588,000 net/orang untuk dewasa dan Rp388,000 net/orang untuk anak-anak.
Tersedia pula berbagai penawaran menarik, termasuk LIMITED OFFER Buy 2 Get 3 atau hingga 25% discount, serta Hotelier Rate sebesar IDR388,000 net/orang yang berlaku khusus pada Week 1 dan Week 3, dengan syarat dan ketentuan berlaku.
Nikmati momen berbuka puasa dengan pilihan suasana istimewa-kehangatan The Restaurant atau nuansa elegan dengan pemandangan kota dari ketinggian di The 18th Restaurant & Lounge. Keduanya menghadirkan sajian berkualitas untuk pengalaman iftar yang berkesan.
Setiap daerah di Jawa Tengah menawarkan hidangan khas yang menjadi identitas lokal sekaligus daya tarik bagi wisatawan yang sedang berlibur di provinsi ini. [1,096] url asal
Bisnis.com, SEMARANG — Tidak hanya kaya akan destinasi wisatanya, Jawa Tengah juga terkenal kaya akan ragam kuliner khas daerah yang memiliki cita rasa otentik dan sarat akan nilai budaya.
Setiap daerah di Jawa Tengah menawarkan hidangan khas yang menjadi identitas lokal sekaligus daya tarik bagi wisatawan yang sedang menghabiskan waktu libur di provinsi ini.
Untuk melengkapi pengalaman berlibur di Jawa Tengah, wisatawan kerap menjadikan kuliner khas daerah sebagai bagian dari agenda perjalanan.
Selain memanjakan lidah, mencicipi kuliner khas daerah juga menjadi salah satu cara untuk mengenal sejarah dan budaya setempat secara lebih dekat. Dengan beragam pilihan kuliner yang tersedia, wisatawan dapat menyesuaikan pengalaman kuliner sesuai dengan selera masing-masing, serta menjadikan pengalaman liburan di Jawa Tengah semakin berkesan.
Dikutip dari visitjawatengah.jatengprov.go.id, berikut 10 rekomendasi kuliner khas daerah dari berbagai wilayah di Jawa Tengah yang dapat menjadi referensi bagi wisatawan yang sedang berlibur.
Mangut Beong
Mangut beong merupakan kuliner khas dari daerah Borobudur, Magelang Jawa Tengah. Menawarkan kenikmatan yang menggugah selera, mangut beong berisi kombinasi dari ikan beong goreng yang garing dengan santan yang berbumbu lengkuas, kunyit, serai, daun salam, ketumbar, merica, dan daun jeruk.
Harga satu porsi mangut beong biasa dibanderol mulai dari Rp20.000 hingga Rp50.000, tetapi harga tersebut bisa berubah sesuai dengan ikan beong yang disajikan.
Sate Buntel
Kuliner Sate Buntel menjadi makanan yang tidak bisa wisatawan lewati saat berlibur di Kota Surakarta, Jawa Tengah. Sate buntel merupakan sate yang berbahan dasar daging kambing yang digiling, kemudian daging tersebut di‘buntel’ atau dibungkus dengan lapisan lemak.
Selain daging kambing, sate buntel juga bisa disajikan dengan daging sapi. Saat disajikan, biasanya sate buntel akan dilengkapi dengan sambal kecap, irisan kol, tomat dan bawang merah, serta jeruk nipis untuk menetralisir lemak daging dari sate ini.
Satu porsi sate buntel dapat dibeli mulai dari Rp14.000 hingga Rp80.000 sesuai dengan lokasi tempat makan dan ukuran sate.
Tiwul
Belum lengkap rasanya jika berkunjung ke Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah tanpa mencoba kuliner khas daerah setempat, yakni Tiwul. Kabupaten Wonogiri sendiri dikenal sebagai kota Gaplek. Julukan gaplek memiliki kaitan yang erat dengan nasi tiwul.
Kuliner tiwul merupakan makanan yang terbuat dari gaplek singkong yang diolah menjadi tepung dengan cara ditumbuk. Setelahnya, tepung gaplek tersebut akan diletakkan di atas tampah, lalu dipercikkan air sambil terus diaduk dengan tangan hingga adonan berbutir.
Saat semua tepung telah menjadi butiran, tiwul akan dikukus selama kurang lebih 15—20 menit. Kuliner ini memiliki harga yang sangat terjangkau dengan kisaran harga 10.000 hingga 12.500 per porsi.
Lontong Dekem
Berpindah ke Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, wisatawan dapat mencicipi kuliner khas Pemalang, yakni Lontong Dekem. Makanan berkuah ini terdiri dari irisan lontong, kuah santan berwarna kuning seperti gulai, serta ditaburi dengan serundeng kelapa, kerupuk yang diremuk dan taburan bawang goreng.
Lontong dekem berisi irisan lontong, kuah santan berwarna kuning seperti gulai, serta ditaburi serundeng kelapa, kerupuk yang diremuk, dan bawang goreng. /Istimewa-visitjawatengah.jatengprov.go.id
Dinamai Lontong Dekem karena makanan ini memiliki cara makan yang awalnya di gelaran atau ‘ndekem’. Satu porsi lontong dekem memiliki harga yang variatif dengan umumnya berkisar Rp10.000 hingga 14.000 per porsi.
Kelo Mrico
Kelo mrico merupakan kuliner khas Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Cocok untuk pencinta kuliner pedas, kelo mrico ini terdiri dari bahan utama ikan segar yang diberi kuah kuning yang kaya akan rempah.
Nama kelo mrico diambil dari bahasa setempat, yakni kata kelo yang berarti sayuran berkuah dan mrico berarti merica. Seporsi kelo mrico dapat dibeli dengan kisaran harga mulai dari Rp25.000 hingga Rp50.000 disesuaikan dengan ukuran dan bagian ikan yang disajikan.
Sate Ambal
Kuliner sate berikutnya datang dari Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Nama sate ambal diambil langsung dari sebuah desa di Kebumen, yakni Desa Ambalresmi, Kecamatan Ambal. Berbeda dengan sate pada umumnya, sate ambal memiliki keistimewaan yang terletak pada pengolahan dan saus yang melengkapi sate.
Saat proses pengolahan, khususnya sebelum dibakar, daging ayam telah dimarinasi atau direndam dalam bumbu rempah-rempah rahasia selama minimal dua jam. Bumbu yang meresap, membuat cita rasa sate ambal semakin terasa empuk dan sangat gurih.
Sementara itu, dalam penyajiannya, sata ambal disajikan bersama saus berwarna kuning kecokelatan yang terbuat dari tempe rebus yang dihaluskan dan dimasak bersama belasan jenis rempah-rempah. Untuk menikmati kuliner ini, wisatawan bisa membeli dengan harga yang dimulai dari Rp20.000 hingga Rp35.000 tergantung kemasan dan tempat.
Nasi Megono
Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah memiliki kuliner khas yang cocok disantap saat pagi hari sebagai menu sarapan, yakni nasi megono. Kuliner ini merupakan seporsi nasi yang dicampur dengan daun kol hijau dan parutan kelapa yang telah dikukus terlebih dahulu dengan bumbu.
Biasanya, nasi megono disajikan bersama dengan berbagai jenis lauk, seperti tempe kemul, tahu bacem, hingga peyek teri. Ramah di kantong, seporsi nasi megono pada umumnya dapat dibeli dengan harga mulai dari Rp4.000 hingga Rp20.000 disesuaikan dengan isi lauk dari nasi megono.
Sroto Sokaraja
Mempunyai cita rasa yang unik, Sroto Sokaraja menjadi kuliner khas yang wajib dicoba jika berlibur ke Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Hal yang membedakan Sroto Sokaraja dengan soto di daerah lainnya adalah terletak pada penyajiannya.
Sroto Sokaraja berisi ketupat, sambal kacang, tauge, dan kerupuk. /Istimewa-visitjawatengah.jatengprov.go.id
Di daerah lain, kuliner soto biasa disajikan dengan nasi, namun Sroto Sokaraja disajikan dengan ketupat, sambal kacang, tauge, dan kerupuk warna-warni. Selain itu, sambal kacang dari Sroto Sokaraja memiliki cita rasa gurih dan agak sedikit pedas. Soto ini juga cocok dinikmati dengan mendoan. Seporsi Sroto Sokaraja dapat dibeli dengan kisaran harga Rp13.000 hingga Rp40.000 disesuaikan dengan isiannya.
Nasi Pager
Nasi pager merupakan kuliner khas Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, khususnya menjadi menu sarapan khas kecamatan Godong. Dulunya, makanan ini hanya bisa dijumpai di tiga desa, yakni Godong, Bugel, dan Ketitang.
Namun, kini Nasi Pager sudah bisa dijumpai di berbagai daerah di Kabupaten Grobogan. Nasi pager merupakan makanan yang berisi sajian nasi dengan urap sayuran dan diguyur sambal kacang serta toping berupa serundeng asin.
Makanan ini dinamai nasi pager karena sayuran yang dipakai dalam makanan ini banyak ditemukan di halaman rumah sebagai pagar hidup. Seporsi nasi pager dapat dibeli dengan harga yang sangat terjangkau dengan harga mulai dari Rp5.000 hingga Rp10.000 disesuaikan dengan lokasi dan tambahan lauk.
Sate Winong
Kuliner sate berikutnya berada di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, yakni Sate Winong yang terletak di Desa Winong, Kecamatan Kemiri, Kutoarjo. Sate winong merupakan sate yang berbahan dasar menggunakan daging kambing muda yang dibakar secara tradisional menggunakan arang.
Keistimewaan yang dimiliki Sate Winong terdapat pada cita saus kecap sate. Saus kecap Sate Winong terbuat dari gula kelapa dengan campuran bumbu yang membuat rasanya berbeda dengan sate pada umumnya. Seporsi Sate Winong dapat dibeli dengan kisaran harga Rp30.000 hingga Rp40.000 tergantung dengan tempat penjualan. (Fadya Jasmin Malihah)